Tentara Israel menutup beberapa desa Palestina di Tepi Barat pada hari Sabtu setelah terjadi penembakan yang menargetkan pos pemeriksaan militer di wilayah pendudukan, menurut sumber lokal, seperti dilaporkan Anadolu.
Sumber-sumber tersebut mengatakan pasukan Israel menutup pintu masuk ke desa-desa Nilin, Bilin, dan Kharbatha Bani Harith, di sebelah barat Ramallah, mencegah pergerakan masuk atau keluar dari daerah tersebut. Hal ini menyusul penembakan yang menargetkan pos pemeriksaan Israel di Nilin.
Pasukan Israel menggerebek sebuah rumah di desa Safa, sebelah barat Ramallah, dan menahan seorang warga Palestina atas tuduhan melepaskan tembakan ke arah pos pemeriksaan, kata sumber-sumber tersebut.
Harian Israel Yedioth Ahronoth mengatakan bahwa penembakan tersebut kemudian diketahui terkait dengan tujuan berburu, bukan serangan.
Pasukan Israel dan pemukim ilegal telah membunuh setidaknya 1.103 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, melukai hampir 11.000, dan menahan sekitar 21.000 sejak Oktober 2023, menurut data Palestina.
Dalam sebuah putusan penting pada Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal dan menyerukan evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. [SHR]