Setidaknya satu warga sipil tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan Israel di pelabuhan Laut Merah Yaman, menurut Kementerian Kesehatan Yaman.
Kementerian Kesehatan mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan udara Israel menargetkan pelabuhan Al-Salif dan Al-Hudaydah.
Serangan itu menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai sembilan lainnya.
Kementerian mencatat bahwa angka tersebut belum final.
Kementerian Luar Negeri di Sana’a bersumpah akan melakukan pembalasan, menyebut serangan Israel sebagai pelanggaran kedaulatan Yaman dan hukum internasional.
“Kami akan memberikan tanggapan yang menyakitkan terhadap agresi Israel yang berulang terhadap pelabuhan Yaman,” kata Kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu menggambarkan serangan Israel sebagai “pelanggaran yang jelas” terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.
Kementerian itu menambahkan bahwa serangan berulang terhadap infrastruktur sipil Yaman menunjukkan “kegagalan memalukan” Israel untuk mencapai tujuannya.
Yaman juga mengutuk diamnya masyarakat internasional atas serangan udara tersebut.
Pernyataan tersebut mendesak para pemimpin Arab yang menghadiri pertemuan puncak di Baghdad untuk mengambil sikap kolektif yang kuat dalam mendukung rakyat Palestina.
Yaman menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Gaza, termasuk upaya untuk memberlakukan blokade laut dan udara terhadap Israel.
Anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, mengatakan peningkatan “serangan teroris” yang gagal oleh Israel “tidak mengejutkan”. [SHR]