Lebih dari 2.500 Zionis Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis pagi untuk memperingati hari raya Yahudi Tisha B’Av, yang menandai peristiwa yang mereka sebut sebagai “penghancuran Bait Suci”.
Seorang pejabat dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa lebih dari 2.500 orang Israel telah menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, seraya menambahkan bahwa aksi penerobosan tersebut “terus berlangsung dalam jumlah yang sangat besar.”
Pejabat tersebut mengatakan bahwa aksi penerobosan itu disertai dengan “pelanggaran luas,” termasuk doa Talmud secara berjemaah, berdoa dengan suara lantang, dan melakukan sujud penuh.
Video yang disebarkan oleh aktivis sayap kanan Israel memperlihatkan orang-orang Israel melakukan doa bersama di hadapan Kubah Batu (Dome of the Rock). Klip lain memperlihatkan bendera Israel dikibarkan di dalam kompleks saat para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Israel di hadapan polisi Israel.
Sebelumnya, Pemerintah Wilayah Yerusalem (Jerusalem Governorate) menyatakan dalam sebuah unggahan Facebook bahwa polisi Israel mengizinkan jumlah orang Israel yang memasuki kompleks dalam setiap kelompok meningkat menjadi sekitar 150 orang.
Pasukan Israel memberlakukan pembatasan ketat di gerbang-gerbang masjid dan di sekitar Kota Tua Yerusalem, mengerahkan personel dalam jumlah besar di area pelataran masjid, serta mencegah jemaah Palestina untuk masuk, tambah pernyataan tersebut.
Hanya sejumlah kecil warga Palestina yang berhasil mencapai masjid untuk salat subuh sebelum pasukan Israel menyerang beberapa jemaah dan warga lainnya, demikian bunyi pernyataan itu.
Pihak pemerintah wilayah tersebut menyatakan bahwa orang-orang Israel “melakukan ritual Talmud selama penerobosan, termasuk mengenakan *tefillin*, melakukan sujud penuh di bagian timur kompleks, dan melantunkan doa dengan suara keras.”
Ditambahkan pula bahwa “kelompok-kelompok ekstremis yang mengadvokasi pembangunan bait suci Yahudi di lokasi tersebut sedang memobilisasi para pendukung dalam upaya membawa 5.000 orang Israel masuk ke dalam kompleks” selama aksi penerobosan pada hari Kamis itu. [SHR]