Kementerian Luar Negeri Yaman di Sana’a mengecam keras Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, dan menyayangkan bias terang-terangan yang memihak Israel serta mengabaikan kejahatan perang rezim Zionis yang terus berlanjut di Gaza.
Kementerian mengecam pernyataan terbaru Grundberg mengenai situasi di Laut Merah, dan mengatakan bahwa pernyataannya mencerminkan kurangnya netralitas dan mengabaikan akar penyebab meningkatnya ketegangan di Kawasan.
Kementerian menambahkan bahwa Grundberg sengaja mengabaikan kejahatan genosida yang dilakukan oleh rezim Israel di Gaza—kejahatan yang terjadi secara terbuka, dan justru mengeluarkan statemen yang tidak seimbang dan parsial.
Kementerian juga mengkritik pejabat PBB tersebut karena tetap diam dalam menghadapi agresi Israel terhadap warga sipil dan infrastruktur perkotaan di Yaman.
Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan kembali pendiriannya tentang keamanan dan kebebasan navigasi di Laut Merah.
Kementerian juga mengklarifikasi bahwa pembatasan maritim di wilayah itu hanya menargetkan kapal-kapal Israel, dan menekankan bahwa pembatasan ini diberlakukan hanya setelah komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa gagal menghentikan serangan Israel atau mencabut pengepungan di Gaza—lebih dari 21 bulan setelah krisis dimulai.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tujuan pemblokiran pelayaran Israel adalah untuk menekan rezim Zionis agar mengakhiri agresinya, mencabut blokade, dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. [SHR]