Seorang petugas medis sukarelawan tewas pada hari Rabu dalam serangan Israel yang menyasar beberapa wilayah di Jalur Gaza, ungkap sebuah sumber medis, sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Petugas medis tersebut merupakan anggota Pertahanan Sipil Palestina.
Ia tewas dalam sebuah serangan udara saat sedang dalam perjalanan untuk menolong korban luka di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, ujar sumber tersebut kepada Anadolu.
Beberapa warga Palestina lainnya terluka dalam serangan-serangan tersebut, sementara seorang remaja meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya pada hari Rabu.
Menurut sumber medis lainnya, dua warga Palestina terluka dalam serangan pesawat nirawak (drone) Israel di dekat Sekolah Abu Hussein di Jabalia, Gaza utara.
Di Gaza selatan, seorang remaja Palestina meninggal dunia akibat luka tembak di kepala yang dialaminya bulan lalu, saat pasukan Israel melepaskan tembakan di sebelah timur Khan Younis, menurut keterangan sumber medis.
Sumber yang sama mengatakan seorang anak perempuan terluka akibat tembakan Israel yang diarahkan ke tenda-tenda warga Palestina yang mengungsi, di dekat kolam di lingkungan Al-Amal, Jalan 5.
Seorang koresponden Anadolu, dengan mengutip para saksi mata, melaporkan bahwa perahu karet Israel bergerak maju ke arah pesisir Rafah dan melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda tempat tinggal warga Palestina yang mengungsi, sebelum akhirnya mundur dan menarik diri.
Di Khan Younis, tentara Israel melakukan dua operasi penghancuran di bagian timur laut dan timur kota tersebut, di tengah gempuran tembakan yang intens di sisi timur.
Tentara Israel juga melakukan operasi penghancuran di sebelah timur lingkungan Tuffah, Kota Gaza, serta di wilayah sebelah timur Kota Gaza.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang lainnya, menurut data pihak Palestina.
Perang yang dilancarkan Israel juga telah menghancurkan sekitar 90% infrastruktur di wilayah yang diblokade tersebut. [SHR]