Tiap Hari, 28 Anak Tewas Akibat Malnutrisi di Gaza

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada hari Selasa bahwa rata-rata 28 anak tewas setiap hari di Jalur Gaza akibat malnutrisi dan perawatan medis yang tidak memadai akibat aksi genosida Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Munir al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian, menyatakan bahwa rezim pendudukan Israel sedang menerapkan kebijakan sistematis “kelaparan dan pembunuhan”, yang mencakup serangan terarah terhadap infrastruktur layanan kesehatan di Gaza. Ia mencatat bahwa statistik yang suram tersebut mencerminkan kematian satu anak setiap 40 menit, yang berpuncak pada sekitar 28 kematian per hari.

Pada hari Selasa saja, Kementerian mendokumentasikan tiga kematian tambahan yang disebabkan oleh malnutrisi parah dan kekurangan pangan. Krisis medis dan kemanusiaan yang semakin memburuk telah menyebabkan kekurangan obat-obatan dan pasokan medis yang kritis, sehingga mendorong situasi ke tingkat yang sangat parah.

Al-Bursh mendesak akses segera bagi anak-anak yang sakit untuk menerima perawatan di luar Jalur Gaza, dan menuntut pertanggungjawaban penuh rezim Pendudukan Israel atas kejahatan yang terus berlanjut terhadap penduduk sipil di Gaza.

Sejak Oktober 2023, Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, telah melakukan genosida di Jalur Gaza, yang ditandai dengan tindakan pembunuhan, kelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, sembari mengabaikan seruan dan arahan internasional dari Mahkamah Internasional untuk menghentikan tindakannya.

Genosida ini telah mengakibatkan lebih dari 218.000 korban jiwa warga Palestina, mayoritas anak-anak dan perempuan, dengan lebih dari 11.000 orang dilaporkan hilang. Ratusan ribu orang telah mengungsi, dan kelaparan telah merenggut banyak nyawa, terutama di kalangan anak-anak. Kekerasan yang terus berlanjut telah menyebabkan kehancuran yang meluas di berbagai kota dan wilayah di Jalur Gaza, yang secara efektif menghapus sebagian besar lanskapnya dari peta. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *