Koalisi Rabi Kutuk Israel dan Kekerasan Pemukim di Gaza

Sebuah koalisi yang terdiri dari lebih dari 80 rabi Ortodoks internasional mengeluarkan pernyataan yang mendesak Israel untuk mengatasi kelaparan di Jalur Gaza dan mengutuk kekerasan pemukim Zionis terhadap warga Palestina.

Mantan Direktur Internasional Komite Yahudi Amerika, David Rosen, membagikan pernyataan bersama pada hari Selasa, “Seruan untuk Kejelasan Moral, Tanggung Jawab, dan Respons Yahudi Ortodoks dalam Menghadapi Krisis Kemanusiaan Gaza”, di media sosial, yang menuntut Israel untuk mengatasi kelaparan yang meluas di Gaza dan mengecam kekerasan pemukim ekstremis.

“Krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza adalah salah satu yang paling parah dalam sejarah baru-baru ini,” tulis para rabi dalam pernyataan tersebut, menggarisbawahi bahwa serangan Hamas “tidak membebaskan rezim Israel dari tanggung jawabnya atas penderitaan mendalam penduduk sipil Gaza”.

Mereka mencatat bahwa “aksi militer berkepanjangan” Israel telah menghancurkan Gaza dan mereka mendesak Tel Aviv untuk mencegah kelaparan massal.

“Di tengah kehancuran ini, ketiadaan visi pascaperang yang jelas dari Perdana Menteri (Benjamin) Netanyahu telah memungkinkan suara-suara paling ekstrem di pemerintahan Israel—termasuk para menteri dari komunitas Zionis religius—untuk mengisi kekosongan tersebut dengan proposal-proposal yang meresahkan,” catat mereka, seraya menekankan bahwa pengusiran paksa yang disamarkan dengan istilah “sukarela” warga Palestina dari Gaza merupakan salah satu proposal tersebut.

Mereka mengatakan masa depan Israel bergantung pada “kejelasan moralnya”, yang menyerukan keadilan, kebenaran, dan perdamaian bagi semua.

Israel telah membunuh lebih dari 62.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Aksi militer tersebut telah menghancurkan wilayah kantong tersebut, yang kini menghadapi bencana kelaparan. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *