Kita mungkin tak bisa menghentikan bom-bom yang jatuh di Yaman. Kita mungkin tak berdaya menghadapi kekuatan besar dunia yang menutup mata terhadap penderitaan mereka. Namun kita masih punya hati. Minimal kita masih punya kepedulian. Pun kita masih punya kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi—dengan cara yang mulia: berkurban untuk mereka.
Tahun ini, mari kembali kita jadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum kebangkitan solidaritas. Mari kita hancurkan sekat-sekat jarak dan perbedaan, dan ulurkan tangan untuk saudara-saudara kita di Yaman yang sangat membutuhkan.
Bersama KOSPY, melalui program Patungan Kurban untuk Yaman, kita bisa bersama-sama menyatukan niat dan menyisihkan sebagian dari rezeki kita untuk mengirimkan hewan kurban terbaik ke Yaman. Setiap rupiah yang kita berikan akan dikumpulkan dan digunakan untuk membeli hewan kurban, yang kemudian akan disembelih dan dibagikan langsung kepada mereka yang benar-benar membutuhkan—anak-anak yatim, janda, keluarga korban perang, dan masyarakat miskin yang sangat mungkin selama bertahun-tahun ini sudah tak pernah lagi mencicipi daging kurban di Hari Raya Idul Adha.
Bayangkan senyum yang akan terukir di wajah mereka. Bayangkan tangan-tangan kecil yang menggenggam nasi dan daging hangat seraya tersenyum penuh sukacita. Bayangkan betapa bahagianya seorang ibu bisa memasak makanan bergizi untuk anak-anaknya, walau hanya satu hari. Semua itu bisa terjadi karena Anda, dan kita semua.
Kurban bukan sekadar menyembelih hewan. Ia adalah simbol ketulusan, kepedulian, dan pengorbanan. Ia adalah pernyataan bahwa kita peduli, bahwa kita tidak menutup mata atas penderitaan sesama, bahwa kita tak rela masih ada saudara kita yang menahan lapar sementara kita hidup dalam kecukupan.
Pada saat dunia diam, kita bisa memilih untuk bertindak. Kita bisa menjadi bagian dari barisan yang tak tinggal diam menyaksikan penderitaan umat Islam di Yaman. Kita bisa menjadi cahaya kecil yang menerangi kegelapan mereka. (bersambung… ke bagian 3) [SHR]