Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) hari ini memperingatkan bahwa hampir 400.000 warga Palestina terpaksa mengungsi di seluruh Jalur Gaza sejak Israel kembali membombardir Gaza pada 18 Maret.
Dalam sebuah pernyataan di X, Badan PBB tersebut mengatakan “diperkirakan hampir 400.000 orang telah mengungsi di Gaza setelah gagalnya gencatan senjata”, yang dimulai pada bulan Januari, dengan mencatat bahwa “mereka sekarang juga mengalami pemblokiran bantuan dan pasokan komersial terlama sejak dimulainya perang”.
UNRWA menegaskan kembali seruannya yang mendesak untuk dimulainya kembali gencatan senjata guna mencegah penderitaan lebih lanjut.
“Kami menyerukan pembaruan #CeasefireNow, pembebasan bermartabat semua sandera di Gaza, dan aliran bantuan kemanusiaan dan pasokan komersial tanpa hambatan,” kata UNRWA.
Tentara Israel memperbarui serangannya di Gaza pada 18 Maret, yang melanggar gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan yang berlaku pada bulan Januari.
Lebih dari 50.800 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah tewas di Gaza akibat serangan Israel sejak Oktober 2023. [SHR]