Pejuang Houthi Yaman dilaporkan telah menembakkan rudal permukaan-ke-udara (SAM) ke arah pesawat tempur F-16 Amerika.
Insiden yang terjadi pada 19 Februari itu menyebabkan pesawat tersebut menjadi sasaran saat terbang di lepas pantai Yaman di atas Laut Merah, Fox News melaporkan pada hari Sabtu (22/2/2025), mengutip “pejabat senior Pentagon.”.
Pada hari yang sama, pasukan Yaman menembakkan rudal serupa lainnya ke arah pesawat tak berawak MQ-9 Reaper milik Amerika, tambah saluran tersebut.
Ini adalah pertama kalinya Houthi menembakkan rudal SAM ke jet tempur F-16 Amerika, sebuah peningkatan signifikan dalam interaksi militer yang sedang berlangsung antara kelompok Perlawanan Yaman dan Angkatan Laut serta Angkatan Udara AS, menurut pejabat senior pertahanan AS.
Angkatan Bersenjata Yaman sejauh ini belum mengomentari laporan tersebut.
Pasukan Yaman mulai melancarkan ratusan operasi terhadap sasaran-sasaran Israel dan Amerika setelah rezim Israel melancarkan perang genosida yang didukung besar-besaran oleh AS terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Pada bulan Januari, mereka melancarkan serangan besar-besaran terhadap kapal induk AS, USS Harry S. Truman di Laut Merah, memaksanya mundur ke bagian paling utara jalur air tersebut. [SHR]