Seorang pejabat senior Kelompok Perlawanan Houthi Yaman, Mohammed al-Bukhaiti menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerang kapal-kapal China dan Rusia di Laut merah. Houthi juga menambahkan bahwa kedua kapal negara itu akan memiliki jalur yang aman melalui Laut Merah.
Al-Bukhaiti mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media Rusia Izvestia bahwa jalur pelayaran di sekitar Yaman aman untuk kapal-kapal dari China dan Rusia, selama kapal-kapal tersebut tidak terhubung dengan Israel.
Kelompok Houthi juga membeberkan bahwa tindakan mereka adalah bentuk dari solidaritas terhadap Palestina, di tengah perang Israel melawan pejuang Hamas di Gaza dan telah melakukan lebih dari 30 serangan di Laut Merah.
Perusahaan pelayaran besar telah menanggapi hal ini dengan mengubah rute-rute kapal mereka ke rute yang lebih panjang dan lebih mahal di sekitar Afrika.
Untuk diketahui, Laut Merah merupakan jalur pelayaran penting antara Eropa dan Asia, yang membawa sekitar 15 persen lalu lintas maritim dunia.
Sementara itu, Houthi telah meluncurkan dua rudal balistik anti-kapal ke sebuah kapal milik AS di Teluk Aden.
Meski demikian, tidak ada laporan korban cedera atau kerusakan pada kapal Chem Ranger, kapal tanker berbendera Marshall, milik AS, yang dioperasikan Yunani, kata Komando Pusat AS.
Houthi di Yaman mengatakan merekalah yang melakukan serangan itu, dan mengeklaim serangan langsung tersebut. [SHR]