Warga Palestina Hadapi Penjajah Israel yang Ngotot Rebut Tepi Barat

Warga Palestina menghadapi pasukan penjajah Israel yang berupaya merebut sebuah rumah di kota Shuyukh di Tepi Barat bagian selatan yang diduduki pada hari Selasa, menurut sumber.

Sekelompok pasukan pendudukan bersenjata menyerbu kota di timur laut Hebron dan menggerebek sebuah rumah Palestina, mencoba merebutnya dengan paksa, tetapi warga turun tangan dan mencegah penyitaan tersebut, kata sumber kepada Anadolu.

Fadi al-Ayaydeh, direktur eksekutif kotamadya Shuyukh, mengatakan warga terkejut pada Selasa pagi menemukan pasukan pendudukan telah mendirikan tenda di tanah milik warga Palestina.

“Kami pergi ke lokasi dan menemukan sejumlah besar warga di sana. Selama waktu itu, para pemukim ilegal bersenjata menghadapi kami dan melepaskan tembakan ke udara untuk mengintimidasi orang-orang,” kata al-Ayaydeh kepada Anadolu.

Pasukan Israel kemudian tiba dan menembakkan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, tambahnya.

Al-Ayaydeh mengatakan bahwa mendirikan tenda itu adalah “upaya untuk memaksakan fait accompli,” menjelaskan bahwa penjajah sering mendirikan tenda dan pos terdepan informal, kemudian memantau reaksi dan memperluasnya jika tidak ada perlawanan.

Ia mencatat bahwa penduduk akan tetap berada di lokasi untuk memastikan tenda tersebut disingkirkan dan orang-orang dapat mengakses tanah mereka.

Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok resmi mengatakan penjajah melakukan 497 serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di Tepi Barat pada bulan Maret, menewaskan sembilan orang.

Kekerasan oleh pasukan Israel dan penjajah di Tepi Barat telah meningkat sejak genosida di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, menewaskan lebih dari 1.148 warga Palestina, melukai 11.750 orang, dan menyebabkan 22.000 penangkapan. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *