Indonesia Kecam Israel yang Tolak ‘Peta Jalan’ Gaza

Indonesia pada hari Kamis mengecam penolakan Israel terhadap peta jalan 15 poin untuk Gaza, menyebut langkah tersebut sebagai upaya untuk melemahkan usaha internasional dalam mengakhiri konflik, demikian dilaporkan media pemerintah dan kantor berita Anadolu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan bahwa Jakarta memandang peta jalan tersebut sebagai upaya kolektif internasional untuk memulihkan kondisi kehidupan warga Palestina di Gaza, menurut kantor berita Antara.

“Kami menolak segala bentuk penolakan yang dapat menggagalkan upaya kolektif ini,” ujar Nabyl dalam sebuah taklimat media di Jakarta.

Ia mengatakan bahwa rencana yang lebih luas tersebut—yang telah mendapat dukungan dari berbagai pihak—bertujuan untuk mengakhiri perang, memulihkan stabilitas di Gaza, serta mendorong stabilitas kawasan yang lebih luas.

Nabyl menyebutkan bahwa rencana pemulihan Gaza tersebut telah disahkan oleh Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803, yang diadopsi pada bulan November 2025.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu menolak dokumen 15 poin yang diajukan oleh Dewan Perdamaian, dengan menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan menarik diri dari Gaza sebelum Hamas dilucuti senjatanya sepenuhnya.

Militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam serangan mereka di Gaza sejak Oktober 2023.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan pada 10 Oktober 2025 sebagai bagian dari tahap pertama rencana Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump, Israel terus melancarkan serangan setiap harinya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Setidaknya 1.258 orang tewas dan 4.139 lainnya terluka akibat serangan-serangan tersebut sejak gencatan senjata diberlakukan, ungkap kementerian itu. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *