Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu menolak rencana 15 poin yang disetujui oleh Dewan Perdamaian untuk Gaza bentukan Presiden AS Donald Trump, dengan menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan mundur dari wilayah Palestina tersebut sampai Hamas dilucuti senjatanya, demikian dilaporkan Anadolu.
“Israel menolak dokumen 15 poin yang diterbitkan oleh Dewan Perdamaian untuk Gaza,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video setelah dimulainya rapat kabinet, sebagaimana dikutip oleh harian Yedioth Ahronoth.
“Tentara Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun sampai Hamas dilucuti senjatanya,” tambahnya.
Perdana Menteri Israel tersebut menyatakan bahwa pelucutan senjata harus mencakup “senjata berat maupun senjata yang tidak terlalu berat,” seraya menegaskan bahwa Israel menginginkan “pelucutan senjata yang nyata, bukan pelucutan senjata yang semu.”
Ia mengatakan bahwa Israel sedang melakukan pembicaraan dengan AS mengenai masalah ini, dan menambahkan bahwa Washington telah mengajukan beberapa gagasan, yang “sebagian dapat kami terima dan sebagian lagi tidak dapat kami terima.”
Penolakan tersebut muncul setelah Dewan Perdamaian merilis rancangan kesepakatan pada 31 Juli yang menguraikan prinsip-prinsip dan mekanisme pelaksanaan untuk tahap selanjutnya dari rencana Trump terkait Gaza. Rancangan tersebut mencakup pengaturan keamanan, administratif, dan transisi bagi wilayah kantong tersebut, serta usulan jalur politik. [SHR]