Pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki pada hari Kamis menyebutkan penghancuran kompleks UNRWA di Yerusalem Timur sebagai tanda serangan yang lebih luas terhadap sistem PBB, dan menyerukan sesi khusus di Majelis Umum PBB, lapor Anadolu.
Francesca Albanese mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia “terkejut dengan penghancuran tanpa henti yang dilakukan Pemerintah Israel,” dan bahwa “Israel membongkar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional sedikit demi sedikit di hadapan dunia.”
Pasukan Israel secara paksa memasuki kompleks markas UNRWA di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki pada 20 Januari dan menghancurkannya menggunakan buldoser dan alat berat.
“Menyerang UNRWA sama saja dengan menghancurkan upaya dunia untuk mempertahankan kehidupan Palestina,” kata Albanese, merujuk pada apa yang ia gambarkan sebagai “retorika genosida oleh para pejabat Israel.”
Ia mengatakan Menteri Dalam Negeri Israel Itamar Ben Gvir tampak di depan kamera mengawasi pembongkaran tersebut dan mengutip seruan publik oleh wakil wali kota Yerusalem di luar kompleks untuk “membunuh dan memusnahkan staf UNRWA.”
“Ini merupakan contoh lain dari hasutan genosida yang telah dinormalisasi secara mengkhawatirkan di Israel,” pelapor tersebut memperingatkan.
Albanese menggambarkan pembongkaran itu sebagai “serangan keterlaluan oleh negara anggota PBB terhadap organisasi yang diamanatkan Majelis Umum PBB,” menyebutnya “belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya.” Ia mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk meminta sesi khusus Majelis Umum dan mengatakan sudah saatnya mempertimbangkan untuk menangguhkan kredensial Israel dan mengesahkan sanksi dan embargo. [SHR]