Survei: 32% Warga Israel Butuh Perawatan Kesehatan Mental

Tiga puluh dua persen warga Israel membutuhkan perawatan kesehatan mental setelah lebih dari dua tahun perang, menurut jajak pendapat baru yang dirilis pada hari Rabu, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency.

Temuan tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Maccabi Healthcare Services, salah satu penyedia layanan kesehatan utama di Israel, berdasarkan sampel representatif dari 1.100 orang berusia antara 20 dan 75 tahun dari seluruh negeri, seperti dilaporkan oleh surat kabar The Times of Israel.

Survei yang dilakukan pada bulan November tersebut menemukan bahwa 32% responden mengatakan mereka membutuhkan dukungan psikologis khusus, angka tertinggi yang tercatat sejak survei dimulai.

Di antara personel militer yang bertugas selama tahun lalu, situasinya tampak lebih parah, dengan 39% mengatakan mereka membutuhkan dukungan kesehatan mental, 26% melaporkan kekhawatiran tentang depresi, dan 48% mengatakan mereka mengalami masalah tidur, kata media tersebut.

Kesejahteraan mental secara keseluruhan juga menurun, dengan 17% responden menggambarkan kondisi psikologis mereka sebagai rata-rata atau buruk, dibandingkan dengan 13% sebelum perang Gaza, menurut laporan tersebut.

Data tersebut juga menunjukkan peningkatan angka merokok pada tahun 2025, karena 30% perokok mengatakan mereka meningkatkan konsumsi rokok mereka karena stres psikologis.

Data medis yang ditinjau dalam survei tersebut menunjukkan penurunan angka kelahiran sebesar 4% dibandingkan dengan tahun 2024, yang mencerminkan dampak psikologis dan sosial yang lebih luas dari perang tersebut, menurut media tersebut.

Perang Gaza telah sangat membebani kehidupan sehari-hari di Israel. Militer Israel mengatakan pada Selasa malam bahwa 21 anggotanya meninggal karena bunuh diri sejak awal tahun 2025.

Kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober menghentikan perang Israel selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 71.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai lebih dari 171.200 lainnya sejak Oktober 2023 dan meninggalkan wilayah tersebut dalam reruntuhan.

Meskipun ada gencatan senjata, serangan Israel terus berlanjut di Gaza, menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya, menurut otoritas kesehatan. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *