Demo di Stockholm Kecam Pelanggaran Gencata Senjata oleh Israel

Ratusan demonstran turun ke jalan-jalan Stockholm untuk memprotes pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang terus melanjutkan serangannya di Gaza, meskipun perjanjian gencatan senjata sudah disepakati berlaku sejak 10 Oktober, lapor Anadolu.

Protes yang diorganisir oleh berbagai kelompok masyarakat sipil ini berlangsung di Lapangan Odenplan, di mana para peserta membawa spanduk bertuliskan “Anak-anak dibunuh di Gaza”, “Sekolah dan rumah sakit dibom”, dan “Akhiri kekurangan pangan”.

Banyak yang mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan agar Swedia menghentikan penjualan senjata ke Israel.

Berbicara kepada Anadolu, aktivis Swedia Robin Nillson mengatakan protes akan berlanjut hingga perdamaian abadi tercapai.

Ia mengkritik kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang sedang berlangsung.

“Meskipun terjadi krisis kemanusiaan yang parah dan kematian massal, kita belum melihat perubahan nyata,” kata Nillson.

Ia menambahkan bahwa Netanyahu hanya menyetujui gencatan senjata di bawah tekanan internasional.

“Klaim di beberapa media bahwa perang dapat berlanjut hingga akhir tahun 2026 sangat menakutkan,” katanya. “Jika situasinya tidak membaik, kami akan terus melakukan protes massal dan aksi pembangkangan sipil tahun depan.”

Tentara Israel telah membunuh lebih dari 71.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.200 lainnya dalam serangan di Gaza sejak Oktober 2023.

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, kondisi kehidupan belum membaik secara signifikan, karena Israel gagal memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian tersebut, termasuk mengizinkan jumlah makanan, bantuan, perlengkapan medis, dan perumahan bergerak yang telah disepakati masuk ke Gaza. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *