Israel Bunuh 280 Warga Gaza Sejak Gencatan Senjata

Tiga warga Palestina tewas dan lainnya luka-luka pada Kamis dini hari dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Jalur Gaza selatan, sebuah pelanggaran lebih lanjut terhadap gencatan senjata 10 Oktober, menurut Pertahanan Sipil Gaza.

Badan tersebut melaporkan dalam sebuah pernyataan bahwa timnya menemukan tiga jenazah dan setidaknya 15 orang luka-luka dari dua keluarga setelah serangan yang menargetkan sebuah rumah tinggal di Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Pada hari Rabu, tentara Israel menewaskan 25 warga Palestina dan melukai 77 orang dalam serangkaian serangan beruntun di beberapa wilayah yang sebelumnya telah ditarik Israel, dalam apa yang disebut otoritas Palestina sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.

Kementerian tersebut tidak merilis informasi lebih lanjut tentang lokasi yang menjadi sasaran atau identitas para korban.

Militer Israel berdalih bahwa serangan itu merupakan respons terhadap tembakan yang menargetkan pasukannya di Rafah, Gaza selatan.

Data dari faksi-faksi Palestina, kelompok hak asasi manusia, dan Badan-badan pemerintah menunjukkan bahwa Israel telah melakukan puluhan pelanggaran gencatan senjata sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober.

Israel telah menewaskan 280 warga Gaza, Palestina dan melukai 672 orang sejak 11 Oktober, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Rabu.

Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai lebih dari 170.000 orang, dan menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *