PBB memperingatkan bahwa kondisi yang memburuk di Gaza menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang serius, sementara stok makanan menipis secara kritis karena aksi penutupan perbatasan oleh Israel, sehingga bantuan kemanusiaan tidak bisa masuk, Anadolu melaporkan.
“Kondisi sanitasi di seluruh Gaza kemungkinan memburuk hingga menimbulkan risiko kesehatan masyarakat,” kata Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers, mengutip laporan dari tim kemanusiaan.
Ia mengatakan tiga lokasi pengungsian sementara di Al-Mawasi melaporkan adanya serangan kutu dan tungau, yang menyebabkan ruam dan masalah kesehatan lainnya. Namun, pasokan perawatan “Hanya akan tersedia setelah penyeberangan dibuka kembali untuk masuknya pasokan,” tambah Dujarric.
“Program Pangan Dunia telah memperingatkan bahwa stok makanan di Gaza hampir habis, dan program bantuan yang mereka jalankan secara bertahap ditutup,” katanya.
Ketika ditanya tentang penjarahan di daerah kantong yang dikepung itu, Dujarric berkata: “Itu tanda putus asa yang jelas. Maksud saya, orang-orang di Gaza tahu bahwa gerbangnya ditutup. Orang-orang di Gaza tahu bahwa tidak ada makanan yang masuk. Orang-orang putus asa.”
Mengenai Tepi Barat yang diduduki, Dujarric mengatakan “puluhan ribu” orang masih mengungsi karena aksi militer Israel yang sedang berlangsung, khususnya di Jenin dan Tulkarem.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengancam meningkatkan serangan terhadap Gaza karena upaya sedang dilakukan untuk melaksanakan rencana Presiden AS, Donald Trump untuk mengusir warga Palestina dari daerah kantong itu.
Lebih dari 50.600 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan militer Israel sejak Oktober 2023, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.
Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah tersebut. [SHR]