Otoritas Gaza Peringatkan Bencana Akibat Pemutusan Aliran Listrik dan Air oleh Israel

Pemerintah kota di Gaza hari ini memperingatkan tentang bencana kesehatan dan lingkungan akibat pemutusan pasokan listrik dan air oleh Israel yang terus-menerus ke daerah itu. Persatuan Kotamadya Gaza mengatakan bahwa pemutusan listrik oleh Israel telah menyebabkan pabrik desalinasi air utama di wilayah itu ditutup.

“Kebijakan hukuman terhadap warga Palestina di Gaza ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan memperburuk penderitaan penduduk, yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan besar,” tambah serikat itu.

Israel memutus pasokan listrik ke Gaza pada hari Minggu, dalam langkah terbaru untuk memperketat blokade yang mencekik di daerah kantong Palestina itu meskipun gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan sedang berlaku. Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengecam tindakan Israel itu sebagai “peringatan genosida”, dengan mengatakan bahwa tanpa listrik, tidak ada air bersih.

Hal itu menyusul keputusan Israel lainnya untuk menghentikan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza, yang memicu peringatan dari kelompok hak asasi manusia internasional dan lokal tentang kembalinya kelaparan yang meluas bagi penduduk Palestina.

Serikat pekerja tersebut mengimbau masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan untuk “segera campur tangan guna mengamankan pasokan penting dan menjamin masuknya bahan-bahan penting… untuk menghindari bencana kesehatan dan lingkungan lebih lanjut”.

Pada hari Selasa, Juru Bicara Perusahaan Distribusi Listrik Gaza, Mohammad Thabet, mengatakan bahwa Israel hanya menyediakan lima megawatt listrik sejak November lalu sebelum keputusannya untuk memutus total aliran listrik ke daerah yang diblokade tersebut. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *