Belasan pemukim Israel menyerbu situs arkeologi di kota Sebastia di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki pada hari Kamis, Pusat Informasi Palestina melaporkan. Sementara itu, pemukim lainnya dilaporkan telah menghancurkan bangunan pertanian di Al-Khalil – Hebron – di selatan wilayah Palestina yang Diduduki.
Sumber lokal melaporkan bahwa para pemukim masuk ke situs arkeologi tersebut di bawah perlindungan pasukan Pendudukan Israel, yang ditempatkan secara besar-besaran di daerah tersebut. Sumber tersebut menambahkan bahwa kota itu menjadi sasaran penggerebekan setiap hari oleh pasukan Pendudukan untuk memaksakan tujuan mereka dan mengambil kendali wilayah tersebut untuk tujuan perluasan permukiman.
Pemukim yang membongkar gudang yang digunakan untuk beternak sapi, juga mencuri generator listrik, peralatan pertanian dan alat penggali di kawasan Al-Muntar Masafer Bani Naim, sebelah timur kota Al-Khalil.
Menurut warga setempat Farid Burqan, pemukim dari permukiman Bnei Hefer yang dibangun di atas tanah milik warga Palestina, menghancurkan gudang tersebut dengan buldoser. Gudang seluas 700 meter persegi itu milik dan digunakan Netham Burqan untuk sapi-sapinya. Pemukim kemudian menghancurkan jalan di dekat gudang.
Burqan menunjukkan bahwa pemukim Bnei Hefer baru-baru ini meningkatkan serangan mereka terhadap properti Palestina di Masafer Bani Naim dan dusun-dusun sekitarnya, dalam upaya memaksa warga untuk pindah guna memungkinkan perluasan permukiman. Padahal semua permukiman Israel dan pemukim Yahudi yang tinggal di dalamnya adalah ilegal menurut hukum internasional. [SHR]