Tahanan Palestina Disiksa Suhu Dingin Ekstrem di Penjara Israel

Tahanan Palestina menderita penganiayaan dan penyiksaan di tangan otoritas penjara Israel, menurut Masyarakat Tahanan Palestina (PPS).

Juru bicara PPS, Amjad Al-Najjar menyatakan bahwa, berdasarkan laporan dari pengacara yang mengunjungi tahanan Palestina, para tahanan diancam untuk tidak mengungkapkan rincian pelecehan yang mereka alami.

Berbicara kepada Radio Voice of Palestine, Al-Najjar menggambarkan kondisi yang mengerikan di Penjara Megiddo, di mana para tahanan mengalami perlakuan kasar dan suhu dingin yang ekstrem karena kurangnya selimut dan pembatasan membawa pakaian.

Mengutip seorang tahanan yang baru saja dibebaskan, Al-Najjar mengungkapkan bahwa para tahanan di sel yang sama terpaksa berbagi selimut dan pakaian untuk bertahan hidup dalam suhu yang sangat dingin. Beberapa tahanan tidur di siang hari sementara yang lain beristirahat di malam hari, berjuang untuk mengatasi kekurangan kebutuhan dasar mereka.

PPS, yang mendokumentasikan penahanan Israel terhadap warga Palestina, menuduh Israel melakukan “kejahatan sistematis dan serangan balas dendam” terhadap para tahanan, yang terbaru di Penjara Ofer di Tepi Barat yang Diduduki.

Hal ini terjadi setelah empat tahanan Palestina, yang baru-baru ini dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan, dilarikan ke rumah sakit setibanya mereka di Ramallah karena komplikasi kesehatan yang parah, Anadolu melaporkan pada hari Sabtu.

Warga Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel melaporkan mengalami kelaparan, kekerasan fisik, dan penyiksaan psikologis. Foto-foto dari sebagian besar tahanan yang dibebaskan menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan selama berada dalam tahanan Israel dan tanda-tanda penyiksaan, sementara beberapa terlihat kesulitan berjalan karena kondisi fisik yang buruk, yang lain diamputasi anggota badannya selama penahanan.

Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, dalam pernyataan sebelumnya yang diposting di situsnya, mengutuk perlakuan tidak manusiawi Israel terhadap tahanan Palestina, dan menggambarkan penjara Israel sebagai “fasilitas penyiksaan yang dilembagakan” dan “kuburan bagi orang yang masih hidup”.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa memburuknya kesehatan para tahanan mencerminkan kondisi keras yang mereka alami, termasuk penyiksaan, penganiayaan dan pelanggaran yang merendahkan martabat, hingga mereka dibebaskan. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *