Rumah sakit di Gaza telah kehilangan 40 persen pasien ginjalnya karena kekurangan pasokan medis, demikian konfirmasi Direktur Rumah Sakit Al-Shifa.
“Hanya ada tiga tempat tidur perawatan intensif untuk pasien [ginjal] di Jalur Gaza utara, selain hanya 20 mesin dialisis, meskipun ratusan ribu pengungsi dari wilayah selatan telah kembali ke utara Jalur Gaza sejak gencatan senjata dimulai,” jelas Dr Mohamed Abu Salmiya pada hari Minggu. “Selain itu, banyak pasien dalam perawatan intensif dan bayi prematur meninggal karena kekurangan tabung oksigen.”
Pusat Informasi Palestina melaporkan bahwa Abu Salmiya memperingatkan bahwa Israel terus menerus mengganggu protokol kemanusiaan dalam perjanjian gencatan senjata. Dia menekankan perlunya menyediakan obat-obatan, peralatan medis, dan barang sekali pakai kepada rumah sakit di Gaza.
Rumah sakit juga mengalami kekurangan oksigen yang parah karena tentara Pendudukan Israel telah menghancurkan 10 stasiun oksigen sentral dalam perang genosida sejak Oktober 2023. [SHR]