Israel Siksa Tahanan Palestina sebelum Bebaskan Mereka

Rezim Pendudukan memaksa tahanan politik Palestina untuk mengenakan kaus bertuliskan pesan-pesan ancaman dalam bahasa Arab bersama dengan Bintang Daud, dalam upaya untuk meneror dan mempermalukan mereka dalam pertukaran tahanan ini. Dalam pembebasan tahanan terakhir, otoritas Pendudukan juga memasangkan gelang pada para tahanan yang juga memuat pesan-pesan berbahaya dan mengancam, di antaranya: “Saya akan mengejar musuh-musuh saya dan menyusul mereka.”

Ancaman-ancaman dan tindakan-tindakan kecil ini tidak hanya merupakan upaya untuk merampas kebahagiaan kebebasan warga Palestina, namun juga melemahkan status tahanan politik dalam kesadaran kolektif rakyat Palestina. Aksi-aksi tersebut merupakan perpanjangan tangan terorisme rezim Pendudukan terhadap tahanan politik yang masih aktif dan sudah dibebaskan serta keluarga mereka.

Banyak tahanan yang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan selama beberapa minggu terakhir ini segera dipindahkan ke rumah sakit dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, termasuk beberapa yang dibebaskan hari ini.

Banyak juga yang bersaksi bahwa mereka dipukuli dengan kejam sebelum dibebaskan. Kesaksian mereka yang dibebaskan juga mencerminkan tingkat pelecehan yang sangat berbahaya yang dilakukan oleh otoritas Pendudukan di dalam penjara dan kamp militer, terutama penyiksaan, pemaksaan kelaparan dan kelalaian medis yang mengancam jiwa. Di antara mereka yang dibebaskan hari ini adalah tahanan yang sangat menderita akibat perampasan hak mereka atas perawatan medis yang memadai, terutama Mansour Mowqade dan tahanan Iyad Hreibat.

Pasukan pendudukan juga menggerebek beberapa rumah warga Palestina kemarin malam dan hari ini dalam upaya untuk menindak segala jenis perayaan pembebasan tersebut. Sejauh ini mereka telah melakukan hal tersebut sebelum dan sesudah pembebasan tahanan. Penggerebekan ini mencakup penghancuran properti dan harta benda dengan kekerasan, teror dan mempermalukan keluarga, dan menghalangi hak warga Palestina untuk merayakan pembebasan orang yang mereka cintai.

Ribuan warga Palestina, khususnya yang berasal dari Gaza, menjadi korban kejahatan berat berupa penghilangan paksa, sebagian besar terjadi sejak dimulainya genosida. Hingga saat ini pihak keluarga belum mengetahui apakah mereka masih hidup atau tidak.

Pendudukan melakukan kejahatan dengan tingkat frekuensi dan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk: pembunuhan, penyiksaan, penyerangan seksual, pemukulan parah, dan sengaja membuat para tahanan kelaparan. Lusinan tahanan Palestina telah dibunuh oleh penjaga penjara sejak genosida di Gaza. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *