Pelapor Khusus PBB: Serangan Israel di Tepi Barat adalah ‘Pogrom’

Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, pada hari Sabtu menggambarkan serangan Israel terhadap warga sipil Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki sebagai “pogrom” (serangan kekerasan massal yang terorganisir), serta menyerukan embargo senjata segera dan penghentian perdagangan dengan Israel, lapor Anadolu.

“Pogrom terhadap warga sipil tak berdaya di seluruh Tepi Barat, sementara Gaza sedang dibombardir,” ujar Albanese di platform media sosial AS, X.

Ia menuduh warga sipil dan militer Israel “bergabung” dalam serangan-serangan tersebut, dengan berargumen bahwa tanggung jawab tidak terbatas pada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atau “beberapa oknum bermasalah” saja.

“Embargo senjata sekarang — hentikan perdagangan sekarang,” kata Albanese, seraya menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut diwajibkan berdasarkan hukum internasional.

Pada hari Jumat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan “operasi militer berskala besar” di desa-desa Palestina di seluruh Tepi Barat menyusul serangan di dekat permukiman ilegal Havat Gilad yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya.

Menurut berbagai sumber dan saksi mata, pihak pendudukan Israel kemudian menyerang beberapa komunitas Palestina di wilayah kegubernuran Nablus, serta membakar rumah-rumah warga Palestina dan properti lainnya.

Empat warga Palestina tewas pada hari Jumat dalam serangan oleh pihak pendudukan dan pasukan Israel di kota Tell, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *