Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel Tewaskan 11 Warga Palestina

Sedikitnya 11 warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka pada Jumat akibat serangan Israel yang menargetkan beberapa wilayah di Jalur Gaza, yang merupakan pelanggaran berkelanjutan terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025, lapor Anadolu.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan tujuh orang – dua petugas, dua asisten polisi, dan tiga warga sipil – tewas ketika serangan Israel menghantam kendaraan polisi di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

Di Gaza utara, seorang wanita dan seorang anak tewas dan enam lainnya luka-luka dalam serangan Israel yang menargetkan rumah-rumah di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia, menurut sumber medis kepada Anadolu.

Sebelumnya, dua petugas Palestina tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan Israel yang menargetkan patroli polisi di dekat kantor polisi Sheikh Radwan di Kota Gaza, menurut Kementerian Dalam Negeri.

Dalam pernyataan terpisah, kementerian mengutuk apa yang digambarkan sebagai “keheningan berkelanjutan” dari organisasi internasional, khususnya Komite Internasional Palang Merah, atas penargetan personel polisi sipil.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa serangan tersebut sama dengan “keterlibatan yang mendorong pelanggaran lebih lanjut terhadap badan sipil yang dilindungi oleh hukum internasional,” menekankan bahwa tidak ada pembenaran untuk menargetkan pasukan polisi di Gaza, yang menurut pernyataan itu menyediakan layanan penting bagi penduduk di seluruh wilayah tersebut.

Sumber medis dan saksi mata mengatakan serangan itu menargetkan daerah di luar zona penempatan militer Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Serangan itu terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel yang berlaku sejak Oktober 2025, setelah perang yang menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 lainnya, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Pada 14 April, kantor media pemerintah Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Israel telah melakukan 2.400 pelanggaran gencatan senjata, termasuk pembunuhan, penangkapan, tindakan blokade, dan kebijakan kelaparan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran yang terus berlanjut telah mengakibatkan kematian 972 warga Palestina dan melukai 2.235 lainnya. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *