Google Siap Dukung Israel Tindas Rakyat Palestina?

Google telah menawarkan kecerdasan buatan canggih dan kemampuan pembelajaran mesin untuk rezim apartheid Israel melalui kontrak “Project Nimbus” yang kontroversial.

Lewat kontrak bernilai 1,2 miliar antara Google dan Israel ini, memungkinkan rezim apartheid melanggengkan penindasannya terhadap rakyat Palestina dan membuatnya terkesan wajar di mata publik dunia.

Sementara itu, karyawan Google tidak hanya terganggu oleh fakta bahwa, dengan menandatangani perjanjian dengan Israel ini, perusahaan mereka terlibat langsung dalam pendudukan Israel atas Palestina, tetapi juga marah oleh “pola militerisasi yang mengganggu” yang melihat kontrak serupa antara Google — Amazon, Microsoft, dan raksasa teknologi lainnya — dengan militer Amerika Serikat, Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan lembaga kepolisian lainnya.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di majalah The Nation pada bulan Juni, tiga akademisi AS yang dihormati mengungkapkan komponen keuangan dari keputusan Amazon untuk terlibat dalam bisnis yang tidak bermoral seperti itu, dengan alasan bahwa kontrak terkait militer semacam itu telah “menjadi sumber keuntungan utama bagi Amazon”. Diperkirakan, menurut artikel tersebut, AWS sendiri bertanggung jawab atas 63% keuntungan Amazon pada tahun 2020. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.