Akibat Agresi Saudi: 19 Juta Warga Yaman Kelaparan

Sebuah laporan terbaru PBB mengungkapkan bahwa lebih dari 19 juta warga Yaman tengah menghadapi bencana kelaparan, membuat rekor baru sejak awal perang yang dipimpin Saudi di Yaman pada 2015.

70 Persen Warga Yaman Terancam Risiko Kelaparan

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan pada hari Selasa (28/6/2022) bahwa pemotongan dana menghambat kemampuannya untuk membantu orang yang membutuhkan, termasuk 160.000 warga Yaman yang berada di ambang kelaparan.

“Lima juta orang sekarang akan menerima kurang dari setengah kebutuhan harian mereka, dan 8 juta orang akan menerima kurang dari sepertiga kebutuhan harian mereka,” kata OCHA.

Dijelaskan bahwa Desember lalu, Program Pangan Dunia terpaksa mengurangi jatah makanan untuk 8 juta orang karena kesenjangan pendanaan dan harus memperkenalkan putaran pemotongan lagi bulan lalu.

Lonjakan Harga Pangan Saat Nilai Rial Terjun Bebas, Dorong Yaman ke Jurang Bencana Kelaparan

WFP mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka terpaksa melakukan pemotongan dramatis lebih lanjut untuk bantuan pangan di Yaman sebagai akibat dari tidak menerima cukup dana, kondisi ekonomi global, dan dampak lanjutan dari perang di Ukraina.

“Kesenjangan pendanaan yang kritis, inflasi global, dan dampak langsung dari perang di #Ukraina telah memaksa @WFP di #Yaman untuk membuat beberapa keputusan yang sangat sulit tentang dukungan yang kami berikan kepada penerima manfaat kami,” cuit OCHA di Twitter.

OCHA juga mengatakan UNICEF mungkin harus menghentikan pengobatan untuk lebih dari 50.000 anak-anak yang kekurangan gizi parah pada Juli, menambahkan bahwa Badan PBB akan menangguhkan dukungan kesehatan ibu dan anak yang membantu hingga 2,5 juta anak-anak dan 100.000 wanita pada saat itu.

PBB menggambarkan situasi di Yaman sebagai “krisis kemanusiaan terburuk” di dunia, yang disebabkan oleh perang selama hamper delapan tahun dan blokade ketat yang diterapkan oleh Riyadh dan sekutu regionalnya terhadap negara miskin di Timur Tengah itu.

Sejak itu, Koalisi pimpinan Saudi telah berulang kali mencegah pengiriman bantuan kemanusiaan dan bahan bakar yang sangat dibutuhkan ke pelabuhan Yaman.

Dalam beberapa bulan terakhir, Koalisi terus menghentikan tanker bahan bakar Yaman meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi PBB yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang dan blokade yang dipimpin Saudi. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.