Drone Israel Serang Prosesi Pemakaman di Gaza, 8 Tewas 20 Terluka

Setidaknya delapan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka pada hari Jumat ketika sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam kerumunan warga sipil saat prosesi pemakaman seorang warga Palestina—yang sebelumnya tewas akibat serangan pasukan Israel—di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, meskipun gencatan senjata sedang berlaku; demikian dilaporkan Anadolu.

Serangan tersebut menambah jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di seluruh wilayah Gaza sejak Jumat pagi menjadi 13 orang, dan menjadi 25 orang dalam kurun waktu 72 jam terakhir, menurut otoritas Gaza.

Rumah Sakit Al-Awda di kamp pengungsi Nuseirat menyatakan telah menerima jenazah delapan orang dan merawat 20 korban luka setelah serangan Israel menyasar kerumunan warga sipil di kawasan pasar Al-Balata.

Saksi mata menuturkan kepada Anadolu bahwa pesawat nirawak tersebut menyasar warga Palestina yang berkumpul di luar Masjid Ahmad Yassin saat mereka menunggu dimulainya prosesi pemakaman.

Pemakaman tersebut ditujukan bagi seorang warga Palestina yang sebelumnya tewas akibat serangan pasukan Israel pada Jumat pagi, ujar para saksi mata.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah jenazah dan korban luka tergeletak di tanah, dengan pakaian serta tubuh mereka berlumuran darah.

Menanggapi serangan tersebut, Kantor Media Gaza menyatakan bahwa militer Israel telah menewaskan lebih dari 25 warga Palestina dalam 72 jam terakhir melalui serangan yang menyasar pasar, prosesi pemakaman, kerumunan warga sipil, dan rumah penduduk.

Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengatakan pihaknya “memantau dengan penuh keprihatinan eskalasi kriminal sistematis yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel terhadap warga sipil tak bersenjata di Gaza, sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap segala kesepakatan, konvensi, norma, dan hukum humaniter internasional.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa “pembunuhan dan perang genosida terus berlangsung dengan intensitas yang meningkat, yang dilakukan melalui kebijakan pengeboman terhadap pasar umum, prosesi pemakaman, pertemuan sipil damai, serta apartemen hunian yang aman—yang dijatuhkan tepat di atas kepala para penghuninya.”

Kantor tersebut menyatakan bahwa serangan-serangan itu “merupakan bentuk nyata dari pengukuhan kebijakan terorisme yang ditujukan terhadap setiap makhluk hidup di Jalur Gaza.”

Serangan ini terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menewaskan 1.127 warga Palestina dan melukai 3.643 lainnya hingga hari Kamis.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa operasi militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 orang, sekaligus menyebabkan kehancuran luas yang mencakup sekitar 90% infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *