Satu keluarga Palestina yang terdiri dari enam orang diketahui tewas pada Selasa dini hari setelah pasukan Israel membom rumah mereka di Kota Gaza, meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, demikian dilaporkan kantor berita resmi Wafa.
Mereka tewas di Jalan Al-Thalathini di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa tim mereka awalnya mengevakuasi jenazah seorang ibu dan keempat anaknya setelah serangan Israel yang menyasar sebuah apartemen di kawasan Al-Samer.
Sumber medis menyebutkan bahwa anak-anak yang tewas dalam serangan tersebut berusia antara 6 hingga 13 tahun.
Menurut sumber tersebut, jenazah para korban tiba di Rumah Sakit Al-Shifa dalam kondisi hangus terbakar.
Ayah mereka kemudian dipastikan tewas dalam serangan yang sama.
Dinas Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa tim mereka memadamkan kebakaran besar di rumah keluarga tersebut setelah serangan Israel.
Artileri Israel juga menembaki wilayah di sebelah tenggara lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, sementara kendaraan militer yang bersiaga di dekat lokasi melepaskan tembakan gencar.
Di wilayah tengah Gaza, kendaraan Israel bergerak maju sekitar 100 meter ke kawasan Abu Ghraba di sebelah timur Deir al-Balah—didampingi oleh buldoser militer—sembari melepaskan tembakan gencar dan meratakan lahan sebelum akhirnya mundur beberapa jam kemudian, menurut sumber setempat dan saksi mata.
Militer Israel menduduki lebih dari 70% wilayah kantong tersebut, meningkat dari 53% berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025, ungkap para pejabat Israel.
Meskipun ada gencatan senjata, tentara Israel terus melancarkan serangan harian di Gaza, yang menewaskan sedikitnya 1.158 warga Palestina dan melukai 3.756 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Sejak genosida oleh Israel dimulai pada 8 Oktober 2023, hampir 73.300 warga Palestina telah tewas dan 174.000 lainnya terluka, sementara 90% infrastruktur sipil Gaza telah rusak atau hancur. [SHR]