Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, mengkritik Israel, menyebutnya sebagai “kejahatan dan kutukan bagi umat manusia”.
Pernyataan tersebut muncul di tengah berlanjutnya serangan udara Israel di Lebanon, di tengah perselisihan yang sedang berlangsung mengenai apakah negara tersebut tercakup dalam perjanjian gencatan senjata yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran, yang dimediasi oleh Islamabad, yang sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah pembicaraan antara kedua pihak pada hari Sabtu.
Dalam sebuah unggahan di X, Asif menyebut Israel “membunuh warga sipil yang tidak bersalah”, mengatakan bahwa kekerasan dimulai di Gaza, kemudian menyebar ke Iran, dan sekarang telah mencapai Lebanon. Ia menekankan bahwa pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti, dalam salah satu pernyataan terkuat Pakistan sejak perang dimulai.
Dalam komentar yang kontroversial, ia mengkritik mereka yang mendirikan Israel di tanah Palestina.
Pernyataan tersebut menyusul gencatan senjata sementara selama dua minggu yang disepakati antara Washington dan Teheran melalui mediasi Pakistan, sebagai langkah menuju kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang meletus pada 28 Februari dan telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka. [SHR]