Spanyol Kutuk Peningkatan Kekejian Israel di Tepi Barat

Spanyol pada hari Minggu (15/3/2026) mengutuk meningkatnya kekerasan di Tepi Barat, mengkritik impunitas para pemukim ilegal Israel, pembunuhan warga sipil, dan serangan terhadap masjid, lapor Anadolu.

Pernyataan itu muncul setelah pasukan Israel menembak dan membunuh sebuah keluarga Palestina yang bepergian dengan mobil, termasuk suami, istri, dan dua anak berusia lima dan tujuh tahun. Dua anak lainnya terluka dalam insiden tersebut tetapi selamat.

Kementerian Luar Negeri menyatakan “keprihatinan dan kecaman yang mendalam atas kematian tersebut.”

Spanyol juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas serangan terhadap tempat-tempat ibadah di Tepi Barat, yang terbaru adalah serangan terhadap masjid Duma.

Kekerasan di Tepi Barat telah meningkat sejak 28 Februari, ketika operasi gabungan Israel dan AS melawan Iran dimulai, tambah pernyataan itu.

Pada hari Jumat, Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok melaporkan bahwa para pemukim Israel melakukan 192 serangan dalam dua minggu pertama perang Iran, yang mengakibatkan kematian enam warga Palestina.

“Tindakan yang dilakukan tanpa hukuman oleh para pemukim yang melakukan kekerasan mengancam keselamatan dan integritas penduduk Palestina, menyerang harta benda dan barang-barang mereka, serta menghancurkan mata pencaharian mereka, seperti kebun zaitun dan infrastruktur bisnis, yang pada akhirnya memaksa warga Palestina untuk meninggalkan tanah dan rumah mereka,” lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Spanyol juga mengatakan menolak keputusan terbaru yang diadopsi oleh otoritas Israel untuk memperluas pemukiman dan kendali atas wilayah Palestina di Tepi Barat, yang menurutnya “merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.”

Madrid juga mengutuk “penganiayaan dan kekerasan sistemik” terhadap aktivis Israel pro-Palestina.

Pernyataan tersebut juga menyoroti bahwa perang di Gaza tetap mematikan, dengan lebih dari 650 orang tewas sejak gencatan senjata, termasuk seorang gadis berusia 5 tahun pada Kamis lalu.

“Spanyol mendesak pemerintah Israel untuk secara tegas mengakhiri kekerasan dan impunitas dan untuk memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas tindakan ini dimintai pertanggungjawaban di hadapan pengadilan,” tambah pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa kekerasan yang terjadi saat ini mengancam rencana perdamaian Gaza dan implementasi solusi dua negara. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *