Di Hari Al-Quds Sedunia, KOSPY-ANAZ Demo Kedubes AS

Ribuan orang yang tergabung dalam Komite Solidaritas Palestina dan Yaman (KOSPY) bersama Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ) menggelar aksi solidaritas dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Sedunia di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 3.500 peserta itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah menyampaikan orasi di depan kantor perwakilan diplomatik tersebut, massa kemudian bergerak melakukan longmarch menuju kawasan Silang Monas atau Patung Kuda.

Dalam kegiatan tersebut, peserta aksi menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mengecam tindakan yang mereka nilai sebagai genosida yang didukung Amerika Serikat dan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina, serta dampaknya terhadap situasi di Lebanon, Yaman, dan Iran. Selain itu, massa juga memprotes perluasan koloni Israel serta perubahan komposisi demografis di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem (Al-Quds).

Para peserta juga menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan penuh Palestina. Di sisi lain, mereka mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengkaji ulang keterlibatan dalam organisasi Board of Peace (BOP) dan meminta agar Indonesia keluar dari forum tersebut karena dinilai membuka ruang bagi kepentingan Zionis.

Dalam orasi yang disampaikan di tengah aksi, massa juga menyerukan agar Pemerintah dan lembaga legislatif segera mengevaluasi hubungan atau kerja sama yang berkaitan dengan organisasi tersebut.

Aksi ini digelar bertepatan dengan Jumat terakhir bulan Ramadan yang secara internasional diperingati sebagai Hari Al-Quds. Para peserta menyebut kegiatan itu sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi rakyat Palestina sekaligus pengingat terhadap prinsip dalam konstitusi Indonesia yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di lokasi aksi, massa menilai kebijakan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah telah memperburuk situasi politik dan keamanan di sejumlah negara.

Menurut mereka, dukungan Washington terhadap Israel turut berkontribusi terhadap konflik berkepanjangan yang memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk di Palestina, Lebanon, Yaman, dan Iran.

Peserta aksi juga menilai kebijakan pembangunan permukiman baru serta perubahan komposisi penduduk di wilayah Palestina sebagai upaya yang dapat menghapus identitas sejarah dan sosial masyarakat setempat.

Selain isu tersebut, massa menyoroti keberadaan Board of Peace yang mereka anggap berkaitan dengan agenda normalisasi hubungan dengan Israel. Mereka menilai inisiatif seperti itu serupa dengan sejumlah kesepakatan sebelumnya yang dinilai lebih menguntungkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Rangkaian kegiatan aksi dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta menyampaikan berbagai orasi, meneriakkan slogan solidaritas, serta menampilkan pertunjukan yang melibatkan pemuda dan anak-anak dari Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ).

Sejumlah demonstran juga membawa atribut berupa poster serta foto tokoh-tokoh yang mereka anggap sebagai figur penting dalam perjuangan Palestina dan kelompok yang disebut sebagai Poros Perlawanan, di antaranya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Sayyid Hasan Nasrallah, Ismail Haniyah, Yahya Sinwar, Syekh Ahmad Yassin, serta Qasim Soleimani.

Sekitar pukul 16.30 WIB, peserta aksi mulai bergerak meninggalkan depan Kedutaan Besar Amerika Serikat menuju kawasan Silang Monas. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebelum massa membubarkan diri secara tertib. [SHR]

Berbagi artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *