Koridor bantuan berubah menjadi instrumen kontrol saat anak-anak Gaza menghadapi kelaparan, bukan karena kebetulan—melainkan karena strategi “pelaparan” oleh Israel.

Menurut Pelapor Khusus PBB tentang Hak atas Pangan, Michael Fakhri, rute bantuan kemanusiaan Israel di Gaza bermotif politik dan berfungsi sebagai kedok untuk desain pelaparan sistematis.
Israel mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah mengizinkan konvoi truk bantuan kemanusiaan pertama memasuki Gaza sejak 2 Maret, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan empat truk makanan yang diizinkan masuk ibarat “setetes air di lautan”.

Fakhri mengatakan Israel sengaja merampas makanan dan kebutuhan pokok lebih dari dua juta warga Palestina, dan menyebutnya sebagai bentuk pembersihan etnis. Ia menekankan bahwa Gaza membutuhkan sedikitnya 1.000 truk bantuan per hari untuk memenuhi standar kemanusiaan minimum mereka. [SHR]