Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan bahwa antara enam hingga sepuluh pasien meninggal setiap hari saat menunggu untuk melakukan perjalanan ke luar negeri untuk perawatan medis, karena pembatasan pergerakan dan penyeberangan perbatasan.
Zaher al-Waheidi, Kepala Departemen Informasi Kementerian, mengatakan sekitar 1.400 pasien dari 20.000 telah meninggal sejak 7 Mei 2024, ketika kendali atas penyeberangan Rafah diambil alih Israel. Ia mengatakan ini mencerminkan krisis kesehatan yang memburuk di wilayah tersebut.
Sementara itu, Otoritas Umum untuk Penyeberangan dan Perbatasan mengatakan pada hari Senin bahwa 25 orang meninggalkan wilayah tersebut melalui penyeberangan pada hari Minggu, termasuk delapan pasien dan 17 pendamping. Prosedur perjalanan mereka difasilitasi sehingga mereka dapat menerima perawatan.
Otoritas menambahkan bahwa 28 pasien tiba selama jam kerja yang sama setelah menyelesaikan prosedur masuk. Dikatakan bahwa operasi di penyeberangan berjalan normal, dengan layanan terus berlanjut dan kasus-kasus kemanusiaan dibantu. [SHR]