Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina, Israel sengaja memanfaatkan krisis regional untuk mengintensifkan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, demikian dilaporkan Anadolu.
Berbicara dalam pengarahan kepada anggota korps diplomatik yang terakreditasi di Negara Palestina pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin memperingatkan bahwa Israel mempercepat kebijakan yang bertujuan untuk memperluas permukiman ilegal dan memberlakukan kendali permanen atas tanah Palestina.
Ia mengatakan bahwa otoritas Israel memanfaatkan fokus komunitas internasional pada krisis regional untuk memajukan upaya aneksasi melalui perluasan permukiman dan langkah-langkah legislatif dan administratif.
Shahin mengatakan bahwa kebijakan tersebut merusak solusi dua negara dan mengancam hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
Menlu Palestina menambahkan bahwa para pemukim ilegal Israel melakukan serangan harian terorganisir yang menargetkan warga Palestina dan harta benda mereka, termasuk pembunuhan, penyerangan fisik, serangan pembakaran rumah dan kendaraan, penghancuran lahan pertanian, dan perebutan sumber daya, “di bawah perlindungan langsung tentara Israel”.
Shahin juga mencatat bahwa tujuh warga Palestina telah tewas akibat serangan pemukim ilegal Israel sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan mereka terhadap Iran, yang masih berlangsung hingga saat ini. [SHR]