Seorang bayi Palestina meninggal dunia pada hari Selasa akibat kedinginan yang parah di Jalur Gaza, sehingga jumlah anak yang meninggal karena penyebab terkait dingin sejak awal musim dingin saat ini menjadi sembilan orang, kata sebuah sumber medis.
Bayi tersebut, Shatha Abu Jarad yang berusia tujuh bulan dari lingkungan al-Daraj di Kota Gaza, meninggal setelah jantungnya tiba-tiba berhenti akibat kedinginan yang ekstrem, kata sumber tersebut kepada Anadolu.
Kematian terbaru ini terjadi ketika warga Palestina di Gaza terus menghadapi kondisi kemanusiaan yang mengerikan, di tengah musim dingin, dengan banyak keluarga tinggal di tenda atau tempat penampungan yang penuh sesak dan kekurangan kebutuhan dasar, termasuk selimut yang memadai, pakaian hangat, dan pemanas, setelah perang Israel selama dua tahun di wilayah tersebut. [SHR]