Israel Terbukti Eksekusi Sadis Pemuda Palestina

Otopsi yang dilakukan kemarin pada pemuda Palestina yang terbunuh, Mohamed Shaham (21 tahun), menunjukkan bahwa dia sengaja dieksekusi secara sadis oleh pasukan Israel dengan tiga peluru di kepala, dada, dan pinggang.

Aksi pembunuhan keji ini terjadi pada 15 Agustus di rumahnya di lingkungan Kufr Aqab di Yerusalem yang diduduki.

Ayah Mohamed Shaham, Ibrahim Shaham, memberi tahu Al Mayadeen bahwa pasukan pendudukan Israel dengan sengaja membunuh putranya dan menyaksikannya mati kehabisan darah.

Ibrahim Shaham, menegaskan kepada Al Mayadeen bahwa pasukan khusus Israel menggerebek rumahnya tadi malam dan menembak kepala putranya dari jarak dekat, membuatnya berdarah di tanah selama lebih dari 40 menit, mencegah siapa pun menawarkan bantuan medis apa pun kepada dia.

“Pasukan Israel dengan sengaja membunuh anak saya,” katanya singkat.

Dalam sebuah wawancara eksklusif untuk Al Mayadeen, Ibrahim Shaham mengingat bahwa pasukan Israel menggerebek rumahnya pada pukul 3:30 pagi, membuka pintu, dan melepaskan tembakan secara acak bahkan sebelum mereka masuk, melukai Mohamed.

“Mereka menahan kami di dalam selama 40 menit, mengunci pintu untuk mencegah ambulans masuk,” tambahnya.

“Saya melewati mereka untuk mendapatkan putra saya, hanya untuk menemukannya terbaring tak bernyawa di wastafel. Mereka menembaknya dari jarak dekat dan meninggalkannya di sana berdarah sampai dia meninggal. Mereka membunuhnya dengan darah dingin,” lanjut Ibrahim.

Shaham melanjutkan untuk mengonfirmasi bahwa tidak ada Badan resmi yang menghubunginya untuk menjelaskan apa yang telah terjadi, dan tidak ada yang berbicara tentang penyerahan tubuh, menekankan, “Anak saya tidak dicari oleh pasukan pendudukan, dia bukan milik partai atau organisasi mana pun. Belum lagi dia tidak aktif secara politik.”

Mohamed Shaham meninggal karena luka parah yang ditimbulkan dari peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan Israel langsung ke kepalanya saat fajar Senin setelah pasukan pendudukan Israel menyerbu rumahnya di Kafr ‘Aqab, barat laut Al-Quds.

Secara bersamaan, Hussein Al-Sheikh, Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, menyerukan penyelidikan internasional atas pembunuhan Shaham.

“Pembunuhan seorang pemuda Palestina Mohamed al-Shaham menyerukan penyelidikan internasional segera dan mendesak,” cuit Al-Sheikh.

Jumlah Warga Palestina Dibunuh Israel Naik 5 Kali Lipat

Karenanya, Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengutuk pembunuhan terhadap pemuda Palestina yang ditembak “dengan sengaja dan dengan gaya mafia” tersebut. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.