Tangis Putri May Afana dan Tawa Tentara Pembunuhnya

“Selamat tinggal, Mama…”

Itulah kalimat singkat dari seorang bocah perempuan Palestina yang terisak di tengah dukacita mendalam. Dia tak lain adalah putri dari dokter May Afana.

Gadis cilik ini mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada ibundanya.

Sebenarnya May Afana telah dibunuh oleh pasukan Israel pada 16 Juni 2021 silam, namun jasadnya baru diserahkan kepada keluarganya kemarin.

Israel Akhirnya Serahkan Jasad May Afana

Berbeda dengan raut dukacita gadis cilik itu, pada kesempatan yang sama, dua tentara Israel justru tampak menyeringai dalam tawa ketika mereka melihat jasad ibu Palestina May Afana, yang mereka bunuh dan jasadnya ditahan tanpa alasan selama 432 hari itu. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.