Hamas: Biden ke Timteng Bungkam Perjuangan Palestina

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas mengecam rencana kunjungan Presiden AS, Joe Biden ke Timur Tengah, yang meliputi perjalanan ke wilayah Palestina yang diduduki Israel dan ke Arab Saudi, menyatakan bahwa perjalanan itu dimaksudkan untuk membungkam perjuangan Palestina.

“Tujuan utama perjalanan Biden ke Timur Tengah bulan depan adalah untuk melenyapkan perjuangan Palestina, dan memperluas pengaruh rezim Zionis,” kata Kepala Biro Politik Gerakan Hamas yang berbasis di Gaza, Ismail Haniyeh.

Dia menyerukan persatuan yang lebih luas di antara semua jajaran Front Perlawanan untuk mencegah potensi upaya infiltrasi oleh Zionis di wilayah yang diduduki, dan mengakhiri kehadiran rezim Israel di wilayah tersebut.

Hamas: Rezim Zionis ‘Bangkrut’ Hadapi Ketangguhan Rakyat Palestina

Haniyeh juga sangat menentang segala upaya untuk membawa rezim pendudukan Tel Aviv ke dalam koalisi militer di wilayah tersebut.

Pemimpin Hamas memperingatkan bahwa bahaya yang akan datang jauh lebih serius daripada yang diperkirakan, menuntut pembentukan front yang lebih bersatu melawan rezim Israel dan Zionisme.

Dia menambahkan bahwa potensi bahaya yang dihadapi tanah Palestina yang diduduki dan al-Quds, rencana Israel terhadap kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua al-Quds, proyek perluasan permukiman dan Yudaisasi al-Quds, pengepungan brutal Gaza dan penderitaan orang-orang Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan tahun 1948 adalah di antara alasan-alasan yang menyoroti kebutuhan persatuan semacam itu.

“Munculnya arus baru yang akan mencoba melayani kepentingan AS dan Israel di atas dan di luar normalisasi, upaya panik Israel untuk hadir dalam aliansi militer dan keamanan untuk melawan Kelompok Perlawanan Palestina dan gerakan serupa di Kawasan, serta konflik Ukraina yang sedang berlangsung yang akan berdampak signifikan pada arena politik global adalah sumber keprihatinan lain,” Haniyeh menegaskan.

Biden akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah bulan depan, ke Israel, Tepi Barat, dan kemudian Arab Saudi, di mana dia akan berusaha untuk membangun kembali hubungan setelah bersumpah untuk menjadikan Kerajaan itu sebagai “sampah”.

Biden akan berada di wilayah tersebut antara 13 dan 16 Juli, dan dia akan bertemu dengan lebih dari selusin rekannya, kata seorang pejabat senior Pemerintah AS yang tak mau disebutkan namanya.

Bagian terakhir dari perjalanan itu akan membawanya ke Jeddah, Arab Saudi, di mana ia diharapkan untuk bertemu Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman.

Menlu Israel, Yair Lapid mengatakan bahwa Biden melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk membantu meningkatkan hubungan rezimnya dengan Arab Saudi.

“Fakta bahwa Presiden Biden akan terbang langsung dari sini ke Arab Saudi mungkin menandakan bahwa ada hubungan antara kunjungan dan peluang untuk meningkatkan hubungan,” kata Yair Lapid dalam konferensi pers di al-Quds.

Amerika Incar Indonesia dan Arab Saudi untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel

“Ada daftar negara target: Saudi adalah yang pertama di antara mereka, bersama dengan negara lain seperti Indonesia,” kata Lapid kepada wartawan. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.