Wajah Abu Akleh Muncul di Universitas Georgetown

Dalam upacara kelulusan mereka di Universitas Georgetown di Washington DC, para mahasiswa Palestina dan rekan-rekan mereka tampak kompak memberikan penghormatan kepada jurnalis Shireen Abu Akleh yang dibunuh tentara Israel, dengan serentak menunjukkan poster wajah jurnalis senior tersebut.

Sebelumnya, kejadian unik serupa juga terjadi dalam prosesi kelulusan di universitas yang sama. Yakni ketika seorang mahasiswi Palestina bernama Nooran Hamdan mengibarkan bendera Palestina.  

Bendera Palestina di Universitas Georgetown

Seperti diketahui, seorang jurnalis Palestina, Shireen Abu Akleh, dibunuh dengan darah dingin pada saat meliput serangan militer Israel di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki.

Abu Akleh tidak terbunuh. Dia dibunuh. Wajahnya tertembak meski memakai rompi dengan tulisan “PRESS” dengan huruf kapital di atasnya. Itu adalah pembunuhan berencana.

Itu juga bukan kasus salah tembak akibat salah pengenalan identitas. Seseorang dapat dengan jelas membedakan antara jurnalis tak bersenjata dan pejuang bersenjata, antara kamera dan Kalashnikov.

Abu Akleh tidak membawa senjata atau bahan peledak yang berpotensi membuat bingung para pembunuhnya. Dia sibuk melakukan pekerjaannya, yaitu melaporkan kebenaran dan membuka kedok para tiran, perampas kekuasaan, dan agresor Zionis.

Shireen di Jalan-jalan Gaza

Wartawan senior Al Jazeera Arab, yang menjadi terkenal saat meliput Intifada kedua antara tahun 2000 dan 2005, bersama dengan sekelompok wartawan lokal yang melaporkan serangan Israel ketika perampok yang senang memicu kekerasan itu mengamuk. Israel jelas tahu target mereka.

Itu adalah pembunuhan pengecut, kejahatan pengecut, dan penyalahgunaan kekuasaan yang menjijikkan. Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa reporter berusia 51 tahun itu “ditebang” karena mengungkap kejahatan mengerikan rezim apartheid di wilayah pendudukan selama 25 tahun terakhir. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.