Israel Jadikan Gadis Palestina ‘Tameng Hidup’ Saat Serbu Jenin

Saat menyerbu Jenin, pasukan penjajah Israel sengaja menjadikan Ahed Mereb, gadis Palestina berusia 16 tahun sebagai “tameng hidup” atau perisai manusia di depan kendaraan militer mereka selama dua jam ketika menghadapi perlawanan warga Palestina yang menembak ke arah mereka, menurut dokumentasi yang dikumpulkan oleh Defense for Children International – Palestine (DCIP).

Israel Frustrasi Hadapi Perlawanan Pemuda Jenin

Ahed kemudian dirawat di rumah sakit karena tekanan mental yang intens dan kekurangan oksigen yang parah.

”Sekitar pukul 6 pagi, saya dan anggota keluarga terbangun oleh suara ledakan keras di dekat rumah. Kami sadar bahwa Tentara Israel berniat menangkap kakak saya, Mahmoud (20 tahun), dan mengepung rumah kami. Mereka meminta kami keluar dari rumah,” cerita Ahed kepada DCIP.

“Seorang serdadu memerintah kami untuk memasuki pekarangan rumah depan tempat tinggal kami. Mereka dengan cepat mulai menggeledah ayah saya. Saya dan Ibu disuruh untuk pergi ke jalan di depan rumah itu. Ketika kami tiba di sana, sebuah kendaraan jeep militer sudah berada di jalan itu. Tentara Israel menyuruh saya berdiri di depan jeep militer yang tengah ditembaki itu, lalu mereka masuk kendaraan,” tutur Ahed.

Siswi Palestina Tewas Ditembak Israel

“Peluru beterbangan di atas kepala saya. Salah satu serdadu menengokkan kepala dari jendela jeep dan dengan bahasa Arab, dia berkata kepada saya, ’Tetap di situ dan jangan bergerak. Kau adalah teroris. Tetap di situ sampai kakakmu berpamitan.’”

“Peluru yang berdesing membuat saya sangat ketakutan. Saya ingin menundukkan kepala, namun mereka meneriaki saya agar tetap menegakkan kepala. Dua jam setelahnya, saya pergi ke sebuah pohon di sekitar itu dan duduk di atas tanah. Seorang serdadu melongok dari jendela jeep dan menyuruh saya kembali ke depan kendaraan. Namun saya tidak mendengarkan perintahnya,” kata Ahed.

Sementara itu, Direktur Program Akuntabilitas di DCIP, Ayed Abu Eqtaish menyatakan, “Hukum internasional secara eksplisit dan mutlak melarang penggunaan anak-anak sebagai tameng manusia oleh angkatan bersenjata atau kelompok bersenjata.”

“Tindakan pasukan Israel dengan sengaja menempatkan seorang anak dalam bahaya besar untuk melindungi diri mereka sendiri merupakan kejahatan perang,” tegasnya. [SHR]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.