KOSPY Bela Palestina-Yaman di Kedubes AS Jakarta

Setiap tahun jutaan orang di seluruh dunia berkumpul dalam aksi unjuk rasa damai Hari Quds Internasional.

Adapun tujuan utama dari aksi ini adalah untuk menyuarakan dukungan mereka bagi perjuangan Palestina dan mengulangi seruan mereka untuk mengakhiri kekejaman dan pendudukan rezim apartheid Zionis Israel di Palestina.

Hari Quds, secara resmi disebut Hari Quds Internasional, adalah sebuah acara tahunan yang diadakan pada Jumat terakhir dari bulan Ramadan.

Hari Quds merupakan gagasan brilian Pemimpin Revolusi Islam sekaligus Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini pada 1979, sebagai wujud nyata dukungan kaum Muslimin di seluruh dunia untuk bangsa Palestina dan penentangan terhadap kezaliman Zionisme dan penjajahan rezim apartheid Israel.

Di Indonesia, Hari Quds Internasional diwarnai dengan berbagai aksi solidaritas berupa unjuk rasa damai, di antaranya oleh ratusan massa dari KOSPY (Komite Solidaritas Palestina dan Yaman) di Kedubes AS di Jakarta, oleh ribuan massa KUMAIL (Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel) di Konjen AS di Surabaya, juga oleh beberapa kelompok massa kaum Muslimin di berbagai wilayah di Tanah Air.

Seperti aksi damai solidaritas untuk Palestina yang dilakukan oleh komunitas Muslim dari Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan puluhan umat Islam Tenggarong di Bundaran Jembatan Bongkok, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Atau aksi serupa oleh ratusan massa dari Youth’s Empathy and Solidarity (YES), yang menggelar aksi damai Hari Quds 2022 di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, dan masih banyak lagi aksi-aksi serupa di tempat lain.

Meski aksi unjuk rasa damai Hari Quds dilakukan di banyak tempat, namun tuntutan massa aksi yang turun serentak pada hari ini adalah sama, yakni menyeru dunia terus bersuara tanpa henti, memberikan dukungan terhadap perjuangan kaum tertindas, khususnya bangsa Palestina, dan melakukan pembelaan terhadap mereka dari aksi-aksi keji rezim Zionis Israel yang hingga kini sudah berlangsung hampir 75 tahun lamanya.

Begitu pula dengan nasib serupa Palestina yang saat ini dialami Yaman. Negara miskin Arab yang sudah hampir 8 tahun terakhir mengalami penderitaan akibat agresi yang dilakukan Koalisi Saudi dan sekutunya.

Adalah fakta bahwa penjajahan dan genosida selama puluhan tahun yang dilakukan rezim Zionis telah mengakibatkan kesengsaraan terhadap bangsa Palestina. Hal yang juga dialami rakyat Yaman akibat agresi terhadap negara mereka.

Karena itu, sudah selayaknya bagi Indonesia sebagai negara yang menentang penjajahan, dari masa ke masa terus berkomitmen menyuarakan kemerdekaan Palestina dan pembelaan terhadap rakyat tertindas seperti Yaman. Ini pulalah yang menjadi perhatian KOSPY sebagai salah satu pihak yang insya Allah akan terus bersolidaritas kepada kaum tertindas di seluruh dunia, di antaranya Palestina dan Yaman.

Sekadar tambahan informasi, berikut ini pernyataan sikap resmi dari KOSPY (Komite Solidaritas Palestina dan Yaman) selaku penyelenggara aksi damai Hari Quds Internasional dalam rangka membela Palestina dan Yaman di depan Kedubes AS di Jakarta, hari ini (26/4/2022):

  1. Mengutuk keras seluruh kebiadaban yang dilancarkan rezim kolonial Zionis terhadap rakyat Palestina yang tidak bersenjata, termasuk di Bulan Suci Ramadan ini, mulai dari menculik dan menganiaya anak-anak, kaum perempuan, dan para manula yang sebagian besarnya berakibat fatal, menginjak-injak hak beribadah warga Palestina, menodai kesucian tempat ibadah umat Islam, dan lain-lain.
  2. Menolak semua bentuk normalisasi dengan Rezim Kolonial dan Ilegal Zionis “Israel” sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah elite diktator dan otoriter di Asia Barat dan Afrika Utara seraya terus berusaha mengingatkan mereka pada fakta bahwa kompromi apa pun dengan pihak penjajah, sama artinya dengan mendukung dan melegalkan penjajahan sekaligus menempatkan dunia dan kemanusiaan dalam situasi yang sangat berbahaya.
  3. Mendukung opsi satu negara, yaitu Negara Palestina Merdeka dengan bentuk negara yang diserahkan sepenuhnya pada kehendak Rakyat Palestina melalui Referendum, tanpa campur tangan pihak mana pun, terlebih dari Rezim Arogan AS dan sekutunya.
  4. Mengutuk keras agresi brutal Rezim Monarki Saudi ke Yaman sejak 2015 silam serta pelanggaran pasukan Koalisi Agresor Pimpinan Monarki Saudi terhadap perjanjian gencatan senjata dengan terus melancarkan sejumlah serangan mematikan yang menarget warga sipil dan infrastruktur sosial Yaman.
  5. Mengutuk keras aksi provokatif dan vulgar berupa pembakaran Kitab Suci Alquran oleh seorang Pimpinan Ekstremis Swedia dengan penjagaan Pihak Keamanan Swedia dan dukungan Rezim Islamofobi Swedia, yang akan memperpanjang daftar dosa-dosa politik dan keagamaan Barat terhadap umat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.
  6. Mengutuk keras standar ganda yang diterapkan media-media Barat yang begitu histeris dan jor-joran bila kepentingan mereka terusik seperti dalam kasus operasi militer Rusia ke Ukraina, namun bungkam, mengecilkan, bias, tidak berimbang, dan manipulatif dalam memberitakan tragedi kemanusiaan (yang justru diciptakan dan didalangi rezim arogan AS dan sekutunya) di Palestina, Suriah, Yaman, Irak, Afghanistan, dan lain-lain.
  7. Mendesak Pemerintah RI Pimpinan Bapak Joko Widodo yang kami percaya berkarakter patriotik, konstitusional, bermartabat, dan amanah, agar lebih lantang dan kongkret dalam menyuarakan pembelaannya terhadap bangsa terjajah dan tertindas Palestina dan Yaman di level Internasional maupun Nasional. [SHR]
Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.