Bom Kluster Saudi Rusak 809 Lahan Pertanian Yaman

Five Years On, Saudi Attacks on Yemen's Farmers Are Pushing the Whole  Country into Famine
Lembaga pembersih ranjau, The National Program for Mine Action, melaporkan ragam kerusakan akibat bom kluster di Yaman. Bahan peledak yang dijatuhkan koalisi militer Arab Saudi ini telah merusak lebih dari 809 titik tanah pertanian, ribuan ton tanaman agrikultur dan 547 titik lahan penggembalaan

Bom klaster atau curah merupakan sebuah wadah yang berisi banyak bom kecil (sub-munitions). Wadah ini dapat berupa misil, roket atau alat lainnya yang biasanya dijatuhan dari udara.

Menurut lembaga kemanusiaan Humanity and Inclusion, jumlah bom yang jatuh ke daratan dan tidak meledak langsung dapat mencapai 40 persen. Meski demikian bom-bom yang berserakan di atas tanah itu tetap aktif dan dapat meledak sewaktu-waktu.  

Di Provinsi Hodeida saja,  Kantor Berita Yemen Press Agency melaporkan, sekitar 150 warga sipil terbunuh dan terluka akibat bom kluster.  Penyebaran bom kluster di Hodeida merupakan sebuah bencana yang memperparah kondisi provinsi ini.

Apalagi tak ada bantuan apapun yang diterima lembaga pembersih ranjau hingga berita ini diturunkan. Padahal, menurut lembaga in, keterlibatan mitra-mitra organisasi kemanusiaan sangat diperlukan dalam menyingkirkan masalah krusial ini.

Sejak awal agresi, jumlah korban bom klaster di Yaman menembus 25 ribu jiwa. Mereka semuanya tercatat sebagai warga sipil.

Sementara total korban meninggal di Yaman diperkirakan mencapai 500 ribu sejak agresi melanda negara ini pada Maret 2015. Ketika itu, Riyadh dan koalisi militernya yang didukung penuh oleh Amerika Serikat meluncurkan perang melawan negara termiskin di Asia Barat ini.

Mereka menyerang tetangganya di bagian selatan itu lantaran ingin mengembalikan penguasa boneka Abdu Rabbuh Mansour Hadi di Sana’a. Koalisi juga berhasrat menghancurkan kelompok perlawanan di Yaman, Houthi Ansarullah.

Jutaan masyarakat Yaman terancam bencana kelaparan akibat lulu lantaknya infrastruktur dalam negeri.  

Walau telah memorakporandakan negara lain, Saudi belum juga mencapai tujuannya. Bahkan dengan perkembangan poros perlawanan yang dibantu angkatan bersenjata Yaman, menurut berbagai pengamat, Saudi hampir mustahil menduduki Sanaa.[]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.