Riyadh Gelar 7100 Serangan Udara ke Yaman Sepanjang 2021

Koalisi militer Arab Saudi belum juga berhenti menginvasi Yaman hingga akhir tahun 2021. Hal ini disampaikan Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Sare’e dalam konferensi pers awal tahun 2022 di Sana’a.

 

Dia mengatakan, Riyadh meluncurkan 7100 serangan udara ke Yaman sepanjang tahun 2021. Serangan itu telah menjatuhkan korban jiwa dan meluluhlantakkan infrastruktur publik di berbagai wilayah.

Serangan terbanyak menyasar Provinsi Marib, wilayah kaya minyak di tengah Yaman. Selain itu, Riyadh memblokade negara tetangganya itu sehingga memperparah krisis kemanusiaan dalam Yaman.

Korban meninggal per Desember 2021 telah mencapai 377 ribu sejak agresi melanda Yaman pada Maret 2015. Ketika itu, Riyadh dan koalisi militernya yang didukung penuh oleh Amerika Serikat meluncurkan perang melawan negara termiskin di Asia Barat ini.

Mereka menyerang tetangganya di bagian selatan itu lantaran ingin mengembalikan penguasa boneka Abdu Rabbuh Mansour Hadi di Sana’a. Koalisi juga berhasrat menghancurkan kelompok perlawanan di Yaman, Houthi Ansarullah.

Jutaan masyarakat Yaman terancam bencana kelaparan akibat lulu lantaknya infrastruktur dalam negeri.  

Walau telah memorakporandakan negara lain, Saudi belum juga mencapai tujuannya. Bahkan dengan perkembangan poros perlawanan yang dibantu angkatan bersenjata Yaman, menurut berbagai pengamat, Saudi hampir mustahil menduduki Sanaa.[]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.