Mayoritas Warga Saudi Menentang Normalisasi dengan Israel

https://qudsnen.co/wp-content/uploads/2021/12/saudi-national-day10-1024x726.jpgMayoritas warga Arab Saudi menentang normalisasi diplomatik dengan Israel. Menurut survei Washington Institute, 77 persen warga Saudi menilai normalisasi negara-negara Arab dengan Israel sebagai kebijakan keliru.

Sebaliknya, hanya 16 persen yang meyakini normalisasi sebagai kebijakan benar. Sisanya tak menjawab atau tidak tahu. Jumlah pendukung normalisasi merosot tajam jika dibandingkan bulan Juli 2021 yang berjumlah 36 persen.

“Sebagian besar publik Saudi menentang normalisasi formal dengan negara Yahudi itu,” kata peneliti politik David Pollock seperti dilansir website Washington Institute.

Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko telah mengumumkan normaliasi hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2020. Mereka menyusul Mesir dan Yordania yang masing-masing telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sejak 1979 dan 1994.

UEA dan Bahrain secara resmi meneken normalisasi dengan Israel dalam sebuah seremoni Gedung Putih, Amerika Serikat, 15 September 2020. Penandatanganan normalisasi diperkenalkan dengan nama ‘Kesepakatan Abraham.’

Sejauh ini, sekitar 200 ribu warga Israel telah bepergian ke UEA sejak normalisasi kedua negara ini dibuat berdasarkan Kesepatakan Abraham. Setidaknya 40 perusahaan Israel telah berdiri dalam wilayah perdagangan bebas UEA. Sementara warga Palestina menyebut normalisasi itu sebagai “pengkhianatan”.[]

Berbagi artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.